Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban Lengkap Dengan Artinya

Advertisement
Bacaan Niat Puasa Nisfu Sya'ban Lengkap Dengan Artinya -Tiada amalan yang lebih sempurna selain pada akhirnya bisa tercatatkan sebagai ibadah yang paling baik di akhirnya. Itulah salah satu inti dari adanya bulan sya'ban yang dalam catatan islam termasuk pada salah satu kalender bulan hijriah. Dimana pada bulan tersebut semua amalan umat islam di catat hasil akhirnya atau lebih tepatnya pada pertengahan bulan syaban semua amalan setiap individu umat islam di berikan catatannya. Nah agar meraih sebuah keuntungan dari adanya akhir yang baik maka umat islam berlomba-lomba untuk meraihnya seperti dengan melaksanakan ibadah puasa nisfu syaban.

Seraya jiwa mengharapkan adanya pengampuna dari sang maha kuasa atas semua amalan ibadah yang dilakukan selama satu tahun penuh. Sebagai penyempurna dari semua itu, Maka setiap malam tanggal 15 sya'ban selalu di adakan doa bersama oleh segenap umat islam di seluruh dunia dengan mengharapkan adanya catatan amalan akhir yang sesuai dengan kaidah islam. Bahkan tidak sedikit dari umat islam yang menyambut kedatangannya dengan kata kata pengamuan bulan syaban yang biasanya di jadikan sebuah ekspresi jiwa, hati dan perasaan ketika akan datang malam nisfu sya'ban.

Bahkan akan lebih pula apabila sebelum datangn maam puncaknya, Bisa mengamalkan salah satu amalan ibadah sunat penting seperti puasa bulan sya'ban yang lebih sempurna lagi apabila bisa di lanjutkan dengan puasa bulan selanjutnya yakni bulan rajab bahkan di sempurnakan dengan bulan ramadhan. Sehingga apa yang selama ini selalu di inginkan oleh setiap individu umat islam dari besarnya pengampunan dna keridhoan dari tuhan, Bisa di awali dengan menyempurnakan malam nisfu syaban tersebut dengan amalan yang sudah di anjurkan.

niat puasa nisfu syaban

niat puasa sunat bulan sya'ban

نويت صوم شهر شعبان سنة لله تعالى

Nawaitu sauma syahri sya'bana sunatan lillahi ta'ala

Artinya : Saya niat puasa bulan sya’ban, sunnah karena Allah ta’ala

Karena sebuah keyakinan akan adanya akhiran yang bagus adalah adanya rasa pelemahan diri yang berawal dari ntropeksi yang tiada hneti sebagai evaluasi yang mestinya di realisasi meskipun itu sebatas ekpresi kata kata pengampunan malam nisfu sya'ban. Yang nantinya senantiasa bisa di amalkan dengan baik sesuai dengan kemampuan dalam pelaksanaan yang terlahir dari niat puasa nisfu sya'ban sebagai awal dari adanya perubahan dalam menyambut kemuliaan dan keagungan di bulan selanjutnya yakni puasa bulan rajab dan puasa wajib di bulan ramadhan.

Sehingga senantiasa apa yang menjadi tumpuan di bulan nisfu sya'ban oleh segenap umat islam kini bisa terwujudkan dengan adanya harapan besar dari istimewanya bulan nisfu sya'ban sebagai awal dari penyempurnaan amalan di bulan-bulan selanjtnya. Apalagi dua bulan berikutnya sudah di hdapakan dengan blan pengampuan yakni bulan ramadhan. Maka sudah barang tentu persiapan yang maksimal jiwa dan raga yang berawal dari bulan sya'ban ini harus selalu senantiasa menjadi perhatian penting agar bisa maksimal sesuai dengan apa yang di harapkan.

Yang pada akhirnya bisa menemukan arti jiwa yang sesunguhnya dari setiap pribadi umat islam sebagai jaminan untuk bisa masuk ke dalam naungan ridho tuhan. Sebagai awal dari pemberangkatanya, Maka datangnya bulan sya'ban bisa di jadikan awalan untuk merubah segalanya menjadi sebuah catatan amalan yang bisa dipertangungjawabkan apalagi sampai dengan mengharapkan adanya keridhoan dari Alooh S.W.T yang berangkat dari adanya pemaknaan datangnya malam nisfu sya'ban.